Dalam rangka berefleksi terus-menerus
mengenai misi Serikat Maria Montfortan
dan identitas kita sebagai misionaris
Untuk mempersiakan Kapitel Jenderal yang akan diadakan pada bulan Mei 2011, kami mengundang Anda untuk memulai proses Lectio Divina harian dengan menggunakan surat-surat Santo Paulus – rasul, misionaris, pewarta Injil.
Sebagai bagian kegiatan doa ini, kami mengajak Anda untuk merenungkan pengalaman misioner Santo Montfort di Pontchâteau …
… sebagai contoh evangelisasi yang kreatif
… sebagai contoh berkarya dekat dengan umat
… sebagai contoh dalam melibatkan kerabat awam
… sebagai contoh dalam bekerja sama
… sebagai contoh sikap lepas bebas dan kesiapsediaan untuk berpindah terus (instabiles)
Dengan menggali inspirasi pada Kitab Suci dan teladan Santo Montfort, kita dipanggil untuk merefleksikan pengalaman kita sendiri sebagai misionaris.
Setiap bulan kami akan mengirim sebuah pedoman refleksi yang terdiri dari:
I. Daftar bacaan tulisan Santo Paulus yang diusul untuk satu bulan.
II. Pengantar singkat tentang segi-segi misioner dalam surat St. Paulus tersebut.
III. Refleksi singkat tentang salah satu segi peristiwa Pontchâteau.
IV. Beberapa pertanyaan refleksi yang dapat digunakan dalam doa pribadi dan / atau dalam sharing dengan konfrater SMM.
Kami minta agar setiap konfrater akan mulai acara doa harian ini. Kami ajak mereka yang hidup dalam komunitas atau mereka yang hidup berdekatan dengan konfrater yang lain, agar berkumpul sekali sebulan untuk mensharekan buah-buah doa Lectio Divina ini.
Oktober 2009
Lectio Divina bersama St. Paulus: Surat Pertama kepada Umat di Korintus
Catatan mengenai Lectio Divina
A. Setiap Lectio Divina dimulai dengan doa permohonan agar Roh Kudus membuka hati kita bagi arti kutipan yang dipilih.
B. Kutipan dibaca dengan pelan-pelan … mungkin beberapa kali.
C. Kemudian Sabda direnungkan – ambillah waktu untuk bermeditasi tentang kutipan itu. Mungkin Anda tertarik pada satu ayat atau pada satu gambaran yang memicu Anda masuk dalam suasana doa. Biarlah diri Anda ditarik ke dalam doa kontemplasi atau hanya ke dalam keheningan di hadapan Firman Tuhan.
N.B. Ketiga langkah ini tidak harus diikuti secara kaku dan dalam garis lurus yang selalu bergerak dari A ke B kemudian ke C. Anda dapat bergerak melalui tiga langkah ini dengan cara spiral, dengan membaca ulang kutipan tersebut, bertahan lebih lama pada gambaran atau ayat tertentu, berdoa memohon bimbingan Roh Kudus.
Surat Pertama Rasul Paulus kepada Umat di Korintus
Surat Pertama kepada Umat di Korintus menyapa umat Kristiani tertentu yang dengan bantuan Paulus telah menerima Injil. Sebagai salah seorang pendiri umat ini, Paulus mengajak para anggota umat agar menghayati iman mereka secara lebih mendalam dan lebih matang. Ia menyinggung beberapa persoalan yang menimbulkan perselisihan dan perpecahan dalam Gereja di Korintus.
1Korintus menyajikan beberapa refleksi tentang bagaimana Paulus memandang dirinya sebagai rasul dan pewarta Injil. Ia berusaha untuk membawa umat kristiani kepada persatuan di dalam konteks sosial yang menekankan pengelompokan dan perbedaan yang ada di antara para anggota yang membentuk kelompok itu dan orang lain yang tidak boleh masuk dan dipinggirkan. Paulus mencoba menginjili berbagai aspek kebudayaan Korintus yang bertentangan dengan iman akan Yesus Kristus dan dengan praktik iman itu dalam hidup sehari-hari.
Montfort di Pontchâteau
Santo Montfort melihat pembangunan Kalvari Pontchâteau sebagai ungkapan iman yang hidup dari masyarakat di daerah itu. Sebagaimana Santo Paulus berharap bisa memperdalam iman umat Kristiani di Korintus, Santo Montfort berharap agar proyek di Pontchâteau akan mengalir dari iman umat di situ, dan akan menarik orang lain ke dalam penghayatan iman yang lebih mawas diri. Pembangunan Kalvari itu menjadi sarana yang kreatif untuk memberi wujud konkrit kepada pewartaan yang disampaikan Montfort. Bukan hanya pembangunan fisik Kalvari, melainkan terutama kegiatan umat yang mengambil bagian dalam pembangunan itu menjadi kesaksian yang hidup tentang iman yang telah mendarahdaging.
Kutipan yang dianjurkan untuk Lectio Divina harian
1 Kor 1: 1-9
1 Kor 1: 10-31
1 Kor 2: 1-16
1 Kor 3: 1-23
1 Kor 4: 1-5
1 Kor 4: 6-21
1 Kor 5: 1-13
1 Kor 6: 1-11
1 Kor 6: 12-20
1 Kor 7: 1-16
1 Kor 7: 17-31
1 Kor 7: 32-40
1 Kor 8: 1-13
1 Kor 9: 1-14
1 Kor 9: 15-18
1 Kor 9: 19-27
1 Kor 10: 1-13
1 Kor 10: 14 – 11,1
1 Kor 11: 2-16
1 Kor 11: 17-34
1 Kor 12: 1-11
1 Kor 12: 12-31
1 Kor 13: 1-13
1 Kor 14: 1-19
1 Kor 14: 20-40
1 Kor 15: 1-11
1 Kor 15: 12-28
1 Kor 15: 29-49
1 Kor 15: 50-58
1 Kor 16: 1-12
1 Kor 16: 13-24
“Perutusan kita dalam Gereja terletak dalam mengungkapkan misteri penyelamatan kepada mereka yang belum mengenalnya; dalam membawa orang yang sudah mendengar Kabar Gembira kepada penemuan kembali dan pendalaman misteri penye¬lamat¬an itu, melalui penyadaran kembali arti janji baptis mereka.
Konstitusi, nr. 9″
Beberapa pertanyaan untuk refleksi
1. Paulus mempertentangkan kebijaksanaan Allah dengan kebijaksanaan manusia (1 Kor 1-2). Bagaimana pengalaman Anda tentang kebijaksanaan Salib dalam hidup Anda sebagai misionaris?
2. Paulus mendesak orang-orang Korintus agar jangan terpecah-pecah dan terbagi dalam kelompok. Bagaimana godaan tersebut dapat mempengaruhi misi kita dalam komunitas / entitas / kongregasi kita?
3. Paulus berbicara tentang peranannya sebagai rasul dalam pasal 9. Sejauh mana caranya ia menggambarkan karya pelayanannya (mis. 1 Kor 9:19-27) juga mencerminkan cara Anda sendiri mendekati keberadaan Anda sebagai misionaris?
4. Paulus menyebut sejumlah karunia di dalam Tubuh Kristus (1 Kor 12). Bagaimana bakat Anda dan bakat konfrater lain dalam komunitas Anda saling melengkapi? Bagaimana bakat-bakat ini saling mengisi dalam misi bersama? Apakah ada halangan dalam membagi-bagi talenta secara lebih lengkap demi karya perutusan?
Bergerak menuju tindakan konkrit
Dengan cara bagaimana doa dan refleksi Anda dapat membawa Anda untuk bertindak secara konkrit – baik secara pribadi maupun sebagai komunitas lokal / dalam kelompok Anda?
Filed under: Persiapan Kapitel Ditandai: | Kabar JENDERALAT